Rumah Produksi Bersama Fasilitasi UMKM Naik Kelas, Dari Hilirisasi hingga Akses Pasar dan Permodalan

- 30 Maret 2024, 22:54 WIB
Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki meninjau kegiatan para perajin produk kulit Sukaregang di Rumah Produksi Bersama Produk Kerajinan Kulit di Jalan Guntur, Kabupaten Garut, Sabtu, 17 Februari 2024 yang merupakan rangkaian dari kegiatan peresmian.
Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki meninjau kegiatan para perajin produk kulit Sukaregang di Rumah Produksi Bersama Produk Kerajinan Kulit di Jalan Guntur, Kabupaten Garut, Sabtu, 17 Februari 2024 yang merupakan rangkaian dari kegiatan peresmian. /kabar-priangan.com/DOK/

RPB di Kabupaten Kutai Kartanegara memproduksi tepung jahe dan minyak atsiri dari jahe.  RPB di Kabupaten Garut memproduksi tas, jaket dan sepatu dari kulit,  RPB di Kabupaten Sukoharjo memproduksi rotan setengah jadi untuk memasok industri kerajinan rotan.  Lalu RPB di Yogyakarta memproduksi susu olahan, sedang RPB di Kabupaten Pangkep memproduksi garam industri dan garam konsumsi.  Sedang RPB di Kabupaten Manggarai Barat memproduksi bambu laminasi.

Dewan Pengawas CTIS, Profesor Indroyono Soesilo menyarankan penerapan teknologi telekomunikasi dan informatika untuk menggalang mitra luar negeri, misalnya menggelar berbagai pertemuan lewat Zoom dengan mitra di mancanegara dengan fasilitasi Kedutaan Besar RI di seluruh Dunia dan Indonesia Trade Promotion Office (ITPO) di mancanegara. 

Baca Juga: Gudang Peluru Armed Ciangsana Meledak, Dentumen Mirip Bom Terdengar Hingga Radius 10 Km

Profesor Hammam Riza menyarankan dimulainya penggunaan artificial intelligence (AI) dalam pengembangan produk UMKM.  “Desain batik juga sudah mulai menggunakan AI”, timpal Dewan Pengawas CTIS lainnya, Profesor Rahardi Ramelan.  Tidak hanya itu saja, ternyata UKM sudah bisa memasok berbagai produk untuk penanganan bencana, seperti tenda, rumah portable, selimut, makanan siap saji, dll. dan kesemuanya sudah lolos standar Kementerian Koperasi dan UKM. 

Saat Ali memperkenalkan pabrik minyak makan merah hasil pabrik di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang baru diresmikan Presiden Jokowi pada 14 Maret 2024 lalu, anggota CTIS Dr Henki H. menawarkan kerja sama. Selain biji sawitnya dijadikan minyak makan merah, maka tandan sawit kosongnya bisa digunakan untuk membuat arang yang siap diekspor. ***

Halaman:

Editor: sugiharto basith budiman


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah