Renungan Malam Kristiani: Motivasi yang Tulus

- 15 Maret 2024, 23:01 WIB
Motivasi amat penting dalam hidup seseorang. Sebisanya lakukan apa pun untuk bisa termotivasi setiap hari.
Motivasi amat penting dalam hidup seseorang. Sebisanya lakukan apa pun untuk bisa termotivasi setiap hari. /Photo Alfonso Cerezo

SEPUTARCIBUBUR- Ayat renungan kita pada saat ini terdapat dalam Injil Matius 8:19-20 tertulis demikian:

“Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

“Yesus berkata kepadanya: Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Baca Juga: UI di Peringkat Wahid Universitas Terbaik Versi Edurank 2024

Mengapa ada begitu banyak orang yang ingin memanjat dan mencapai puncak gunung Everest? Meskipun untuk sampai ke sana mereka harus menghadapi banyak rintangan yang sangat berat dan berbahaya.

Sebagian besar dari para pendaki beralasan karena Everest adalah puncak pegunungan tertinggi di dunia dan keberhasilan dalam mencapainya akan menjadi prestasi yang dianggap sangat membanggakan.

Mendaki puncak Everest bukanlah hal yang mudah, mereka harus mempersiapkan diri dengan matang dan bukan hanya fisik saja tapi mental yang terutama.

Baca Juga: BMKG Minta Masyarakat Hindari 10 Pantai di Bali Minggu 17 Maret 2024

Mereka harus siap dengan suhu dingin dan kadar oksigen yang sangat tipis serta cara bertahan hidup di tempat yang ekstrim, dan yang utama lagi mereka tidak boleh putus asa dan tidak boleh menyerah dalam kesukaran.

Untuk mengikuti Tuhan Yesus pun bukanlah hal yang mudah, kita perlu bersungguh-sungguh  dalam iman untuk menghadapi berbagai tantangan dan godaan yang ada.

Motivasi kita dalam mengikut Tuhan Yesus akan menentukan sejauh mana ketahanan kita untuk setia dalam iman. Mental kita seringkali diuji dalam perjalanan pengiringan akan Tuhan.

Dalam ayat di atas kita membaca tentang seorang ahli Taurat yang menyatakan keinginannya untuk mengikuti Tuhan Yesus. Tapi Tuhan memberikan suatu pernyataan yang menguji keinginan dan motivasi dari ahli Taurat ini.

Perkataan Tuhan Yesus bahwa “serigala punya liang dan burung punya sarang tapi anak manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepalanya” hendak menguji motivasinya dan bertujuan untuk menyadarkan akan kesiapannya dalam mengiring Tuhan.

Seakan disini Tuhan berkata “benarkah kamu mau mengikuti Aku? Apa yang menjadi motivasimu dalam mengikuti Aku?

Sudah siapkah kamu menderita? Siapkah kamu mengalami tantangan, kesukaran, kekurangan dan berbagai persoalan bahkan aniaya. Siapkah kamu sangkal diri dan pikul salib?

Pertanyaan-pertanyaan ini tertuju juga buat kita secara pribadi. Apa yang menjadi motivasi kita dalam mengikuti Tuhan Yesus?

Mari miliki motivasi yang tulus. Ada harga dalam mengikuti Yesus yaitu kesediaan untuk menderita, kerelaan untuk mengalami tantangan dan kesukaran.

Mengikuti Tuhan Yesus hendaknya tidak dilandasi motivasi untuk mencari kekayaan, mencari kesenangan, mencari pemenuhan ambisi dan keinginan pribadi atau duniawi melainkan motivasi kasih yang sungguh kepadaNya. Sebab Dia adalah Tuhan dan Juru Selamat kita.

Ikut Tuhan Yesus bukanlah untuk mencari berkat-berkatNya secara materi tapi benar-benar karena kita merindukan akan pribadinya.

Biarlah motivasi kita selalu dimurnikan dan kasih karuniaNya pasti akan menolong kita.***

 

Sumber: Youtube Suara Injil

 

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x