Renungan Malam Kristiani: Tetaplah Berdoa

- 28 Maret 2024, 17:57 WIB
Bacaan doa Bapa Kami yang merupakan doa doa dasar Katolik beserta maknanya
Bacaan doa Bapa Kami yang merupakan doa doa dasar Katolik beserta maknanya /kalhh/Pixabay

SEPUTARCIBUBUR- Ayat renungan kita pada saat ini terdapat dalam 1 Tesalonika 5:17 tertulis demikian:

“Tetaplah berdoa”

Ada sebuah kisah ilustrasi tentang seorang pria yang selalu tidak punya waktu untuk berdoa dan tidak punya waktu untuk Tuhan. Dia sangat sibuk dengan usaha dan pekerjaannya.

Ada begitu banyak kegiatan yang menyita waktunya. Kadang-kadang ia mendengar suara orang terdekatnya menyuruhnya berdoa. Tapi ia katakan “saya tidak punya waktu”

Baca Juga: Mengenal Kepulauan Talaud, Wilayah 3T Indonesia dengan Pantai Memukau

Suatu saat pria ini mengalami serangan jantung dan meninggal. Mendadak dalam alam roh, ia melihat sebuah tahta putih dan sosok di depannya memegang sebuah buku. Itu adalah buku kehidupan dan yang memegangnya adalah Tuhan.

Tuhan membuka buku itu dan berkata “Aku tidak menemukan namamu di sini. Pernah Aku mau menuliskan namamu disini tapi Aku tidak punya waktu untukmu” demikian kata Tuhan.

Pria ini tertunduk dan menyadari bahwa betapa selama hidupnya ia selalu tidak punya waktu untuk Tuhan. Kisah ini adalah sebuah ilustrasi mengenai pentingnya memiliki hubungan dengan Tuhan dan hidup yang mengutamakan Tuhan.

Baca Juga: Menkopolhukam Hadi Tjahjanto: Ikuti Saja dan Hargai Semua Proses dan Dinamika Politik yang Terjadi Saat Ini

Kalau kita selalu tidak punya waktu untuk Tuhan, jangan kita marah kalau Tuhan tidak punya waktu untuk kita.

Ayat di atas bukan merupakan suatu ajakan yang tanpa tujuan. Tuhan Yesus sendiri berkata dalam Lukas 18:1-8 agar kita berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Terkadang ada tipu daya iblis melalui suara-suara dalam pikiran yang membuat kita mengabaikan doa dan tidak menganggap doa sebagai sesuatu yang penting.

Kadangkala suara itu datang dari orang-orang di sekitar kita atau juga dari diri kita sendiri.

Misalnya kata-kata seperti “sudahlah ngapaian kamu berdoa, tidak ada gunanya berdoa, jangan percaya doa, doamu akan sia-sia, Tuhan tidak akan mendengarkan doamu, kamu tidak layak berdoa, kamu kan orang berdosa, habisin waktu aja berdoa. “

Kata-kata semacam itu adalah kata-kata yang bukan dari Tuhan. Firman Tuhan mengajar kita untuk selalu berdoa dan percaya.

Tuhan berkata dalam Matius 7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”

Tuhan mendengar doa-doa kita, Tuhan menjawab setiap doa yang kita sampaikan kepadaNya dan Tuhan bertindak oleh karena doa-doa kita. Tidak ada yang sia-sia dalam berdoa.

Ketekunan dan kesetiaan dalam doa mengubahkan diri kita dan menjadikan kita lebih kuat dan bijaksana dalam Tuhan.

Doa merupakan komunikasi dengan Tuhan, semakin sering kita berdoa semakin kita memiliki hubungan dengan Tuhan dan hidup kita dibangun dalam pengenalan yang benar akan Tuhan.

Berdoalah dan serahkanlah pada Tuhan yang akan bertindak. Jangan berusaha untuk memanipulasi atau memaksakan jawaban doa.

Percayalah dan nantikanlah Tuhan untuk membuka pintu yang tepat buat kita pada waktunya yang tepat.

Perintah doa dalam ayat renungan diatas merupakan sesuatu yang penting bagi setiap kita yang percaya. Orang percaya yang tidak berdoa bukanlah orang percaya. Sebab berdoa adalah ciri orang yang percaya. Tanpa doa, iman kita dipertanyakan.

Kita berdoa bukan untuk membujuk Tuhan supaya Tuhan baik kepada kita, tapi kita berdoa karena Tuhan sudah begitu baik kepada kita.***

 

Sumber: Youtube Renungan Malam

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x