Renungan Malam Kristiani: Tetap Semangat Walau Dilemahkan

- 30 Maret 2024, 18:00 WIB
Intip kebiasaan kecil yang bisa menumbuhkan semangat.
Intip kebiasaan kecil yang bisa menumbuhkan semangat. /Pexels/Belle Co

SEPUTARCIBUBUR- Ayat renungan kita pada saat ini terdapat dalam Ezra 4:4 tertulis demikian:

“Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun.”

Edward Steichen yang akhirnya menjadi salah satu fotografer paling terkenal di dunia hampir menyerah pada hari ia mengambil foto pertamanya.

Baca Juga: Renungan Malam Kristiani: Tetaplah Berdoa

Di usianya yang masih 16 tahun, Steichen membeli kamera analog dan mengambil 50 foto. Tapi hanya satu foto yang muncul dan berhasil yaitu potret saudara perempuannya di depan piano, 49 foto yang lainnya tidak jadi alias gagal.

Ayah dari Edward menganggap hal itu merupakan performa yang buruk sebagai seorang fotografer. Tapi ibunya bersikeras bahwa foto saudara perempuannya itu begitu indah sehingga lebih dari cukup untuk mengimbangi 49 kegagalan.

Dorongan dari ibunya memberikan Edward Steichen semangat untuk tetap menekuni hobinya di bidang fotografi. Dia hampir saja menyerah tapi kembali bangkit dan bertahun-tahun setelahnya ia dikenal sebagai seorang fotografer kawakan dunia.

Baca Juga: Simak 5 Tips Cerdik Maksimalin THR untuk Masa Depan

Kita perlu memiliki semangat pantang menyerah meskipun orang-orang di sekitar kita berusaha untuk melemahkan kita.

Orang-orang Yehuda dalam konteks ayat di atas sedang berusaha untuk membangun kembali Bait Suci di Yerusalem yang pada saat itu dalam kondisi memprihatinkan.

Setelah kembali dari pembuangan atas perintah dari raja Kores, mereka benar-benar melihat bahwa bait suci di Yerusalem dalam kondisi hancur.

Itulah sebabnya raja Kores, raja negeri Persia yang digerakkan oleh Tuhan menyuruh Ezra dan sebagian besar orang Israel untuk pulang dan membangun kembali Bait Suci itu.

Namun dalam prakteknya di lapangan pekerjaan pembangunan itu terhambat oleh adanya perlawanan dari penduduk di sekitar yang telah tinggal di situ ketika bangsa Israel mengalami pembuangan ke Babel dan Persia.

Penduduk di sana berupaya untuk melemahkan semangat mereka dan membuat mereka takut untuk membangun.

Tapi pada akhirnya Bait Suci itu berhasil dibangun kembali karena kekuatan dari Tuhan yang menopang mereka sehingga mereka terus bersemangat dalam mengerjakan visi dari Tuhan.

Dalam kehidupan ini tidak jarang kita menghadapi orang-orang yang berusaha untuk membuat kita tidak bersemangat, putus asa dan menyerah dalam mengerjakan visi dan tujuan yang ada dalam hati kita.

Kebanyakan orang bukan mendukung tapi malah ingin kita jatuh. Ada orang-orang yang menjadi musuh dalam selimut, yang menaruh kerikil-kerikil secara diam-diam untuk membuat kita tergelincir dan bahkan juga menaruh batu-batu besar untuk menghalangi langkah kita.

Biasanya hanya sedikit saja orang yang benar-benar mendukung kita dan mau kita maju serta berhasil. Mereka adalah orang-orang yang mendoakan, memberi semangat, memberi support, menguatkan saat lemah dan menemani saat kita sendirian.

Terlebih dari semuanya itu Tuhan menjadi pribadi yang selalu ada bersama kita, menopang dan menguatkan untuk kita berhasil dalam mengerjakan panggilanNya.

Kalau ada diantara kita yang saat ini sedang lemah semangat, sedang merasa dimusuhi, dijauhi, ditinggalkan, diancam, difitnah atau diintimidasi oleh orang-orang di sekitar kita mari jangan lemah.

Selama kita tahu dan yakin bahwa kita ada dalam jalan yang benar, ada dalam visi yang baik sesuai kehendak Tuhan maka jangan takut, tetaplah bersemangat dan kerjakanlah sampai berhasil apa yang Tuhan taruhkan dalam hati kita untuk kita lakukan. ***

 

Sumber: Youtube Renungan Malam

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x