Tumpek Uye dan Segara Kerthi, Upacara dan Perayaan Terhadap Alam Pada WWF ke-10

- 21 Mei 2024, 20:41 WIB
Ilustrasi pelepasan Tukik yang akan menandai Upacara Segara Kerthi di hari pertama gelaran WWF ke-10 di Bali.
Ilustrasi pelepasan Tukik yang akan menandai Upacara Segara Kerthi di hari pertama gelaran WWF ke-10 di Bali. /Dok Pemprov Bali

SEPUTARCIBUBUR- Tumpek Uye atau sering disebut juga Tumpek Kandang merupakan hari suci umat Hindu untuk memuliakan satwa sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kepada hewan karena dapat membantu dalam kehidupan manusia.

Wujud terimakasih ini dinyatakan dengan membuat sesembahan atau banten untuk hewan ternak, hewan peliharaan serta hewan-hewan lainnya.

Upacara Tumpek Uye ini bertujuan untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar semua hewan diberikan keselamatan serta kerahayuan sebagai perlindungan, sehingga hewan-hewan tersebut tetap dapat memberikan kesejahteraan bagi umat manusia.

Baca Juga: Pamsimas, Program Tata Kelola Air yang Dipamerkan Indonesia dalam WWF di Bali

Sedangkan Segara Kerthi adalah upacara yang dilakukan oleh umat Hindu dalam rangka penyucian pada sumber air seperti danau, aliran irigasi, dan laut.

Dalam upacara Segara Kerthi terdiri dari dua kegiatan yaitu niskala dan sakala. Kegiatan Niskala dilakukan dengan melakukan pembersihan laut serta pelestarian pura-pura segara. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk menjaga energi positif dari laut.

Sedangkan sakala dilakukan dengan menjaga kebersihan pantai dan laut. Biasanya dilakukan dengan melepas tukik, burung dan binatang langka ke alam bebas.

Baca Juga: Citarum Harum, Berhasilnya Program Rehabilitasi Sungai Tercemar

Perayaan Tumpek Uye dan Segara Kerthi yang diperingati umat Hindu setiap 210 hari berdasarkan penanggalan Bali menjadi salah satu atraksi budaya yang dipamerkan pada World Water Forum ke-10.

Halaman:

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah