HUT ke-25, PSMTI Temui Presiden ke Istana

- 18 Mei 2023, 18:55 WIB
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) melakukan audiensi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Senin (15/5/2023). Foto: PSMTI
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) melakukan audiensi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Senin (15/5/2023). Foto: PSMTI /

SEPUTAR CIBUBUR – Dalam rangka HUT yang ke-25 pada September mendatang, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Senin (15/5/2023).

Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta mengatakan bahwa pihaknya datang ke Istana Negara untuk memperkenalkan diri serta berencana mengundang Presiden Jokowi untuk menghadiri Hari Ulang Tahun PSMTI yang ke-25 pada bulan September mendatang.

“Kami mengundang pak Jokowi untuk hadir di acara HUT ke-25 kami (PSMTI)," kata Willianto pada keterangannya, Kamis (18/5/2023).

Sebanyak 80 pengurus dan Dewan PSMTI baik di Tingkat Pusat maupun Provinsi. PSMTI mengapresiasi setinggi-tingginya Presiden Jokowi atas pencapaian yang telah dilakukan sehingga ekonomi Indonesia bisa tumbuh dengan baik meskipun ada pandemi.

PSMTI merupakan paguyuban Tionghoa yang saat ini mempunyai cabang di 32 provinsi dan di 300 kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. Berdiri 28 September 1998, PSMTI merupakan organisasi yang berkegiatan sosial, budaya, kemasyarakatan serta pendidikan.

Baca Juga: Makna Barongsai di Tahun Baru Imlek Bagi Warga Keturunan Tionghoa

Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi kehadiran rombongan PSMTI.

“Selama ini saya sudah mendengar, terutama saat pandemi, saya tahu dan mendengar, Bapak Ibu mengumpulkan dan membagikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Negara kita perlu kegiatan sosial semacam ini, penyetaraan dan pembauran,” tutur Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi berpesan untuk PSMTI agar dapat mencari pemimpin yang kuat dan mampu untuk melanjutkan apa yang telah dilakukan pemerintah selama ini.

“Kita punya kebiasaan mengulang. Saat ini sudah sampai SMA, saat ganti pemimpin kembali ke TK, jadi kapan sampainya,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Jokowi-Iriana Halal Bihalal di Kediaman Megawati, Simak Isi Perbincangannya

Selama dua periode Presiden Jokowi menjabat, gambaran kondisi perekonomian Indonesia cukup baik dan bertahan menghadapi berbagai krisis multi-dimensi dari Covid-19, polarisasi global China AS, perang Ukraina Rusia dengan proxy Nato & AS menyebabkan krisis pangan, energi dan inflasi tinggi sebanyak dua digit di berbagai negara di Eropa dan Amerika. Namun, Pertumbuhan GDP Indonesia 5.31% (2022) meningkat, di atas rata rata Global yang hanya 3.2% (2022) dan semakin terpuruk.

Berdasarkan riset PSMTI Pusat, inflasi Indonesia 5.51% (2022) cukup baik, dibandingkan dengan inflasi global 9.2 % (2022) menurut laporan Bank Indonesia (BI) dan banyak negara di Eropa dan AS yang sudah dua digit.

”Indonesia mengalami bonus demografi 2030. Para pakar menyebutkan, selama 13 tahun ke depan adalah masa pertumbuhan bagi Indonesia untuk dapat keluar dari Middle income trap dan diprediksi akan menjadi negara besar. Namun tentu butuh perjuangan, persatuan dan kerja keras untuk dapat mencapai kesejahteraan dan meningkat menjadi negara besar dari middle income trap," ujar Willianto.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024 Menag Yaqut Cholil Qoumas Tegaskan Harus Jaga Fungsi Masjid dari Politisasi & Intoleransi

Menuju masa pemilu 2024, PSMTI berharap bahwa ada kerukunan dan kestabilan ekonomi dan politik.

"Semoga tidak ada hoax yang membanjiri, semua rukun damai dan stabil," kata Willianto.

Di akhir acara, PSMTI juga berkesempatan menyerahkan piagam apresiasi kepada Presiden Joko Widodo. Turut mendampingi Presiden dalam audiensi tersebut yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

"Kami memberikan apresiasi kepada Pak Presiden satu piagam atas pencapaian dan prestasi gemilang dalam pembangunan Indonesia," tutupnya. (Lucius GK)

Editor: Ruth Tobing

Sumber: Siaran Pers


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah