Petani Punya Posisi Tawar Kuat Lewat Minyak Makan Merah

- 15 Maret 2024, 11:34 WIB
Presiden Joko Widodo Mengimbau Masyarakat Agar Membeli dan Mengkonsumsi Minyak Makan Merah
Presiden Joko Widodo Mengimbau Masyarakat Agar Membeli dan Mengkonsumsi Minyak Makan Merah /ilustrasi-Malanghits.com/

SEPUTAR CIBUBUR-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengatakan, pengelolaan hilirisasi sawit oleh koperasi, seperti Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau di Deli Serdang menjadi langkah positif untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Dengan koperasi aktif di pengelolaan sektor hilir, petani sawit terkonsolidasi dan meningkatkan kesadaran bahwa mereka memiliki nilai tawar di industri sawit. Hilirisasi pun tidak hanya dilakukan usaha atau industri besar," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Sumut Naslindo Sirait di Medan, Kamis 14 Maret.

Naslindo menilai, apa yang diterapkan di Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau di Deli Serdang merupakan inisiatif yang baik dari pemerintah.

 Baca Juga: Dukung Siak Hijau, Wilmar Dampingi 1.500 Petani Swadaya Raih ISPO

Pabrik yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dikelola koperasi sebagai prakarsa dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melalui kemitraan antara Koperasi Pujakesuma dengan PT PTPN II.

Bagi Naslindo, langkah Kemenkop UKM itu sebuah awal yang prosesnya dapat terus dikembangkan khususnya di Sumut.

Dengan begitu, diharapkan stok minyak makan atau minyak goreng terus mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dengan harga yang stabil sehingga mencegah penambahan inflasi.

 Baca Juga: Urusan Goreng Menggoreng Sehat, Jokowi Sarankan Pakai Minyak Makan Merah

"Itu menjadi prototipe yang bisa terus dikembangkan di petani sawit. Mereka dapat beroperasi, terlibat dalam hilirisasi yang memproduksi minyak makan atau minyak goreng dan tidak hanya menjual TBS (tandan buah segar-red) semata," kata dia.

Naslindo menambahkan, dengan hilirisasi, petani yang menghasilkan sekitar 50 ton TBS dari lahan sekitar 1.000 hektare, bisa menghasilkan minyak makan di kisaran tujuh sampai 10 ton.

Dengan begitu, dia yakin harga TBS terjaga stabil karena stoknya dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak goreng.

 Baca Juga: AKR Corporindo Bantu Pemerintah Salurkan Energi Bersubsidi

  "Kalau harga TBS ditentukan oleh harga CPO internasional, ketika nilainya naik, apa yang diterima oleh petani tidak terlalu signifikan. Namun, saat turun, harga TBS bisa anjlok," tutur Naslindo.

Saat peresmian Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pabrik merupakan pabrik pertama di Indonesia yang memproduksi produk baru minyak makan merah.

Teten mengungkapkan, saat ini lebih dari 40 persen lahan perkebunan sawit di Indonesia dimiliki dan dikelola oleh petani swadaya.

 Dia berharap ke depan setiap 1.000 hektare perkebunan sawit yang dikelola oleh koperasi dilengkapi dengan pabrik minyak makan merah sebagai infrastruktur pelengkapnya.

"Hilirisasi kelapa sawit menjadi minyak makan merah oleh koperasi bertujuan untuk memastikan agar petani semakin sejahtera, memastikan keberlanjutan pasokan minyak goreng sehat dengan harga terjangkau untuk masyarakat," ujar Teten.

 

 

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x