Paralympic Training Center, Pusat Latihan Atlet Disabilitas yang Pertama di Indonesia

- 30 Maret 2024, 21:20 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri peletakan batu pertama atau _groundbreaking_ Pusat Pelatihan Paralimpiade atau Paralympic Training Center di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat, 8 Maret 2024.
Presiden Joko Widodo menghadiri peletakan batu pertama atau _groundbreaking_ Pusat Pelatihan Paralimpiade atau Paralympic Training Center di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat, 8 Maret 2024. /Biro pers setpres /

SEPUTARCIBUBUR- Saat ini Kementerian PUPR sedang menyelesaikan pembangunan Paralympic Training Center atau Pusat Latihan Bagi Atlet Penyandang Disabilitas, di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Paralympic Training Center dibangun di atas lahan seluas 80.262 meter persegi yang berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya tidak jauh dari kawasan Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri di Desa Delingan, Karanganyar.

Dibangun mulai bulan Maret 2024 dan ditargetkan selesai pada Desember 2024, Paralympic Training Center Karanganyar ini merupakan pusat latihan bagi para atlet disabilitas yang pertama di Indonesia.

Baca Juga: Masih Ada Ledakan, Petugas Kebakaran Belum Tangani Kebakaran Gudang Armed Ciangsana

Memiliki luas bangunan 34.346 meter persegi nantinya di dalam Paralympic Training Center ini akan dibangun sejumlah sarana dan prasarana yang berstandar internasional.

Contohnya adalah GOR multifungsi, kolam recovery, dan sejumlah arena seperti arena akuatik, boccia, para menembak, para tenis meja, para badminton dan wheelchair  tenis meja.

Selain itu juga dibangun prasarana untuk cabang olahraga atletik berupa lapangan sepak bola, lintasan atletik panjang 400 meter, delapan lintasan lari 100 meter, lintasan lompat jauh, lompat tinggi dan tolak peluru.

Baca Juga: Mengenal Gereja Bersejarah dan Ikonik di Indonesia

Di lokasi tersebut juga disediakan hunian layak bagi para atlet berupa dua tower rumah susun setinggi lima lantai dengan kapasitas 188 kamar.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat peletakan batu pertama pembangunan Paralympic Training Center ini berharap agar nantinya gedung ini dapat dimanfaatkan untuk mencetak prestasi yang lebih baik.

“Saya harap training center ini nantinya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berlatih, memotivasi, dan menambah giat berlatih untuk mencetak prestasi yang lebih baik” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden Jokowi berharap para atlet betah di training center ini dan dapat mengharumkan nama baik bangsa Indonesia.

“Lokasinya dekat Gunung Lawu, udaranya dingin, sehingga kalau tinggal di sini mestinya kerasan (betah) semua. Saya harapkan prestasi yang dicetak akan semakin baik, dan menjadi inspirasi dan mengharumkan nama baik bangsa di kancah internasional” ujar Presiden.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono selaku pihak yang menginisiasi pembangunan Paralympic Training Center ini berharap sarana dan prasarana yang dibangun dapat meningkatkan prestasi atlet disabilitas.

“Semoga dukungan infrastruktur berupa prasarana olahraga yang baik ini dapat meningkatkan prestasi olahraga Paralympic Indonesia dan memberikan hasil yang diharapkan.” kata Menteri Basuki.

Pembangunan tempat latihan atlet ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk pembinaan atlet paralympic supaya lebih berprestasi di tingkat internasional. ***

 

Sumber: kemenpupr

 

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x