Tak Ikuti Permintaan Uang SYL, Pejabat Kementan Bakal Non Job

- 14 Mei 2024, 06:02 WIB
Saksi Kiky Lakukan Pembayaran Sebesar Rp200 Juta untuk Lukisan yang Dibeli SYL di Sujiwo Tejo
Saksi Kiky Lakukan Pembayaran Sebesar Rp200 Juta untuk Lukisan yang Dibeli SYL di Sujiwo Tejo //Antara/Indrianto Eko Suwarso

SEPUTAR CIBUBUR -Pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) disebut bisa diberhentikan jika tidak menuruti permintaan dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Hal ini diungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan), Ali Jamil Harahap saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komsi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ali dihadirkan Jaksa KPK untuk memberikan keterangan dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementan RI yang menjerat SYL.

 Baca Juga: BMKG : Sumbar Status Tanggap Darurat Hingga 14 Hari Kedepan

Mulanya, Jaksa Komisi Antirasuah menggali konsekuensi yang diterima pejabat Kementan jika tidak meneruti permintaan SYL. Pasalnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, Kasdi Subagyono kerap meneror pejabat Kementan untuk segera memenuhi permintaan SYL.

"Terkait permintaan ini jika tidak dipenuhi ada konsekuensinya?" tanya Jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin 13 Mei 2024.

 Baca Juga: Gelar BTN Jakim 2024, Pemda DKI Jakarta Bakal Tutup 34 Ruas Jalan

"Yang pasti kalau ini (permintaan) belum sampai pada saat yang ditentukan, kita ditelepon lagi (oleh Sekjen)," kata Ali.

 Jaksa lantas mendalami teror yang diterima para pejabat Kementan. Kepada Jaksa, Ali mengaku kerap ditelepon berkali-kali sampai permintaan itu terpenuhi

Halaman:

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah