Peran Jokowi Dinilai Masih Dibutuhkan di Dalam Negeri

- 16 Mei 2024, 18:17 WIB
Ketua Umum Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Indonesia Maju, Dr Anggawira. Sumber: Repnas
Ketua Umum Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Indonesia Maju, Dr Anggawira. Sumber: Repnas /

SEPUTAR CIBUBUR - Presiden Joko Widodo masih dibutuhkan di dalam negeri meski diusulkan menjadi Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Demikian pendapat Ketua Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2024, menanggapi adanya usulan Jokowi untuk menjabat sebagai Sekjen PBB.

Anggawira menyebut menjadi Sekjen PBB merupakan hal yang bagus karena dunia menilai kinerja Jokowi di kancah internasional. Namun, saat ini peran Jokowi sejatinya masih dibutuhkan sebagai seorang penasihat pemerintahan terpilih nanti.

"Sejujurnya, Pak Jokowi masih dibutuhkan di dalam negeri. Apalagi sebagai mantan presiden, Pak Jokowi bisa memberikan saran kepada pemerintahan terpilih nanti," kata Anggawira.

Bagi Anggawira, peran Jokowi masih dibutuhkan di dalam negeri, khususnya di pemerintahan terpilih nanti. Terlebih, jika nanti Presidential Club jadi terbentuk, Jokowi sebagai mantan pemimpin bisa berbagi saran serta berinteraksi dengan sesama pemimpin suatu bidang.

Baca Juga: Repnas Dukung Rosan Pimpin Gerakan Solidaritas Nasional Arahan Prabowo

"Bahkan jika diperlukan para mantan presiden bisa tetap rutin bertemu dan berdiskusi tentang masalah-masalah strategis kebangsaan, dan silaturahmi kebangsaan tetap terjaga dan menjadi teladan," tutur Anggawira menambahkan.

Setidaknya, peran Jokowi lebih dibutuhkan di dalam negeri karena Indonesia sedang berkembang dalam berbagai bidang. Hal ini, membuat pemerintahan terpilih nantinya membutuhkan saran agar roda pemerintahan berjalan dengan baik.

Saat ini Jokowi sedang diisukan bakal merapat ke beberapa partai seperti Partai Golkar ataupun PAN. Bahkan ada wacana Jokowi menjadi ketua umum salah satu partai besar.

Namun, dalam beberapa kesempatan, Jokowi juga menyatakan ingin kembali ke Solo usai melepas jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, Oktober mendatang.

Baca Juga: Repnas: Silaturahim Antar-Elite Bikin Suasana Makin Kondusif

Halaman:

Editor: Ruth Tobing

Sumber: Siaran Pers


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah