Pengendalian Perubahan Iklim, Implementasi Sub-Nasional Pelaksanaan Agenda FOLU Net Sink 2030

- 18 Mei 2024, 14:46 WIB
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono (kiri) menerima bibit pohon dari Plt Dirjen PHL KLHK Agus Justianto, didampingi Dirjen PKTL KLHK Hanif Faisol Nurofiq, dan Staf Ahli Menteri LHK Haruni Krisnawati.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono (kiri) menerima bibit pohon dari Plt Dirjen PHL KLHK Agus Justianto, didampingi Dirjen PKTL KLHK Hanif Faisol Nurofiq, dan Staf Ahli Menteri LHK Haruni Krisnawati. /Humas Pemprov Jatim

SEPUTAR CIBUBUR - Penyusunan Rencana Operasional Sub Nasional menjadi pilar penting dalam pelaksanaan agenda penurunan emisi karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain (Forestry and Other Land Use/FOLU) Net Sink 2030.

Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang juga Ketua Harian II Tim Kerja FOLU Net Sink 2030 Agus Justianto menjelaskan pentingnya penyusunan rencana operasional di tingkat Sub-Nasional.

"Penyusunan Rencana Operasional Sub-Nasional hendaknya mencerminkan karakteristik khas maupun tantangan yang dihadapi oleh daerah (sub-nasional) dengan tetap memperhatikan pencapaian target nasional," katanya saat Sosialisasi Sub-Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Region Jawa Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu, 15 Mei 2024.

Baca Juga: Depresi, Epy Kusnandar Dirawat RSKO Cibubur

Agenda FOLU Net Sink menargetkan pencapaian penyerapan emisi karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya yang lebih tinggi dibandingkan emisinya dengan tingkat emisi minus 140 juta ton gas rumah kaca setara karbondioksida (CO2e).

Menurut Agus, Pulau jawa memiliki potensi yang besar dalam mendukung pencapaian FOLu Net Sink. Hal ini didukung dengan adanya keberadaan hutan produksi, Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), dan hutan mangrove yang mempunyai potensi kontribusi tinggi dalam peningkatan cadangan karbon.

Selain itu keberadaan areal konservasi dan hutan lindung di Jawa juga memiliki potensi carbon stock yang tinggi.

Berdasarkan identifikasi,luas lokasi yang berpotensi mendukung Rencana Operasional FOLU Net Sink di Jawa mencapai 4,02 juta hektare. Seluas 1,57 juta hektare ada di Provinsi Jawa Timur.

Lebih lanjut Agus menjelaskan Rencana Operasional FOLU Net Sink merupakan kegiatan reguler Sektor Kehutanan. Namun dilaksanakan lebih terstruktur dan sistematis dengan target kinerja yang ditingkatkan.

Halaman:

Editor: sugiharto basith budiman


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah