Sungai Ciliwung Makin Kritis

- 14 Mei 2024, 06:17 WIB
Pemeriksaan aliran Sungai Ciliwung di Kelurahan Kedunghalang, Kota Bogor, yang sempat berbusa, beberapa hari lalu.
Pemeriksaan aliran Sungai Ciliwung di Kelurahan Kedunghalang, Kota Bogor, yang sempat berbusa, beberapa hari lalu. /ANTARA/Polresta Bogor Kota.

SEPUTAR CIBUBUR-Sungai Ciliwung merupakan satu dari 13 sungai yang mengalir ke DKI Jakarta dan sungai ini merupakan salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan kondisi kritis.

Ke-13 sungai yang mengalir ke Jakarta itu adalah Sungai Ciliwung, Sungai Angke, Sungai Pesanggrahan, Sungai Grogol, Sungai Krukut, Sungai Baru Barat, Sungai Mookevart, Sungai Baru Timur, Sungai Cipinang, Sungai Sunter, Sungai Buaran, Sungai Jati Kramat, dan Sungai Cakung.

Kondisi kritis DAS Ciliwung menurut Pakar Air Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Dr. Evi Anggraheni, S.T., M.T. ditunjukkan dengan elevasi muka air saat musim kemarau sangat rendah dan kualitas air sungai buruk.

Baca Juga: Jokowi Teken 21 jenis Layanan Kesehatan Tak Ditanggung BPJS

Kekeringan ketika musim kemarau dan banjir saat musim hujan merupakan indikasi bahwa DAS Ciliwung tersebut kritis.

Menurut  Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau US Environmental Protection Agency  (EPA), ada 8 perangkat (tools) yang dapat digunakan dalam menjaga kesehatan DAS yaitu perencanaan tata guna lahan yang baik, konservasi lahan, pengelolaan aquatic buffer atau daerah penyangga air.

Selain itu, diperlukan pengelolaan limpasan hujan terpadu, pengelolaan erosi dan sedimentasi, penggunaan better site design (penerapan teknologi hijau yang tepat), pengelolaan limbah terpadu dan pendayagunaan masyarakat.

 Baca Juga: Dukung Hilirisasi Jokowi, Hashim Djojohadikusumo Bangun Pabrik Timah Di Batam

DAS Sungai Ciliwung yang kritis perlu juga dijaga keberlanjutan sumber airnya.   

Halaman:

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah