Hunian Berkonsep TOD: Solusi Gaya Hidup Sehat & Atasi Kemacetan

- 25 Maret 2024, 09:12 WIB
Hunian berkonsep TOD yang segera diwujudkan dalam kolaborasi strategis antara PT KAI dan TransJakarta
Hunian berkonsep TOD yang segera diwujudkan dalam kolaborasi strategis antara PT KAI dan TransJakarta /maghfur/ant

SEPUTARCIBUBUR- Pembangunan hunian berkonsep TOD (Transit Oriented Development) sedang menjadi tren seiring dengan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal di kota-kota besar.

TOD merupakan konsep pengembangan tata kota yang terintegrasi dengan sistem transportasi untuk menciptakan sebuah kota yang efisien.

Pembangunan dengan konsep TOD ini memaksimalkan penggunaan lahan serta mempromosikan penggunaan angkutan umum massal dan gaya hidup sehat seperti berjalan kaki.

Baca Juga: BUMN Siapkan 1.830 Lowongan Kerja Baru

Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1980-an oleh Peter Calthorpe, pakar arsitek perkotaan asal San Fransisco, Amerika Serikat.

Gagasan TOD dikembangkan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan kemacetan melalui pengintegrasian sistem jaringan transportasi massal.

Selain itu TOD juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mendorong orang untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum.

Baca Juga: Sahroni Ngaku Kembalikan Uang Rp840 Juta dari SYL

Konsep TOD menggunakan pola ruang mixed-use (campuran) yang menggabungkan permukiman, sistem transportasi, area komersial, ruang terbuka, dan ruang publik dalam satu kawasan.

Konsep tersebut telah diterapkan di Hongkong, Tokyo, Singapura, Beijing, Copenhagen, dan Stockholm.

Saat ini, Indonesia tengah mengembangkan hunian vertikal dengan TOD di sekitar stasiun KRL, MRT, LRT dan BRTdi kawasan Jabodetabek. ***

 

Sumber: kemenpupr

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x