Waspadai Aksi Jual-Beli Investor Asing, Ini Rekomendasi IPOT

- 7 November 2023, 11:32 WIB
Aplikasi IPOT. Foto: Indo Premier
Aplikasi IPOT. Foto: Indo Premier /

SEPUTAR CIBUBUR - Ditutup menguat pada akhir perdagangan pada Jumat, 3 November 2023 di level 6.788 atau naik 0,78%, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu untuk kembali ditutup di atas MA20 nya (6.829) yang mengindikasikan trend jangka pendek masih cenderung melemah.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani menerangkan penguatan IHSG pada minggu lalu tertopang sektor IDX Techno dan IDX Infrastructure yang menjadi top gainers.

"Di sektor techno movers-nya adalah GOTO yang berhasil menguat 25% dalam sepekan terakhir. Kalau kita lihat dari teknikalnya, apabila GOTO mampu bertahan di level 67, maka GOTO berpeluang ke area resistance terdekat di level 80an. Sementara itu di IDX Infrastructure ada TOWR yang berhasil menguat 15% dalam sepekan terakhir," terang Dimas di Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga: IHSG Konsolidasi, IPOT Rekomendasikan 5 Saham Ini

Adapun sektor yang menyandera laju IHSG pada minggu lalu ada IDX Health dan IDX Cyclical yang menjadi top loser-nya. Di IDX Health ada KLBF yang melemah 9% dalam seminggu terakhir dan di IDX Cyclical ada MAPI yang melemah 8% seiring dengan aksi jual investor asing yang tercatat sebesar 33 bio dalam seminggu terakhir.

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: Lucius GK
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: Lucius GK
Dimas menyebutkan ada 3 sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG pada minggu lalu periode 30 Oktober-3 November 2023, yakni suku bunga The Fed, inflasi Indonesia (Oktober) dan PMI China (Oktober).

"The Fed mempertahankan suku bunga, meskipun inflasi masih jauh dari target. Hal ini membuat indeks saham rebound dan berhasil ditutup menguat dalam 2 hari perdagangan terakhir di minggu kemarin. Sementara itu terkait inflasi Indonesia, Inflasi tahunan berada di level 2,56% YoY dan 0,16 MoM. Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar di Oktober 2023 adalah transportasi dengan andil inflasi sebesar 0,07%. Sementara berdasarkan komoditas, inflasi terbesar adalah beras dengan andil inflasi 0,06%," jelasnya.

Terkait PMI China (Oktober), ternyata berada di level 49,5 yang berarti berada di zona kontraksi (merupakan pertama kali sejak Juli 2023).

Baca Juga: IPOT Rekomendasikan 5 Saham untuk Trading Minggu Ini, Ini Penjelasannya

"Hal ini menunjukkan momentum pemulihan ekonomi China masih belum berlangsung secara berkelanjutan yang disebabkan penjualan luar negeri yang menurun selama 4 bulan berturut-turut," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ruth Tobing

Sumber: Siaran Pers


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah