Jelang Lebaran Idul Fitri 1445 H, Tukang Permak Pakaian di Magetan Kebanjiran Order

- 7 April 2024, 10:03 WIB
Romli tukang jahit pakaian di Magetan, Jawa Timur, mendadak kebanjiran pelanggan permak pakaian jelang Idul Fitri 1445 H/ Bambang Winarno
Romli tukang jahit pakaian di Magetan, Jawa Timur, mendadak kebanjiran pelanggan permak pakaian jelang Idul Fitri 1445 H/ Bambang Winarno /

SEPUTAR CIBUBUR - Detik-detik mendekati Lebaran Idul Fitri 1445 H tahun ini, seorang tukang jahit pakaian di Magetan, Jawa Timur, mendadak kebanjiran pelanggan. Para pengguna jasa penjahit itu datang bukan untuk dibikinkan baju atau celana, melainkan memermak aneka macam pakaiannya.

Jika hari-hari biasa tukang rombak pakaian yang memberi label usahanya 'Permak Levi's' itu cuma mendapat garapan maksimal 5 potong per hari, saat-saat ini dia menerima orderan mencapai 30 hingga 35 potong per hari.

Si tukang permak pakaian - yang pelanggannya biasa memanggil 'Pak Levi's' itu - yakni Romli, 60 tahun, membuka usaha jasa penjahitan di Jalan Raya Jurusan Madiun - Magetan. Tepatnya berada di Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan.

Ditemui di tempat usahanya, Minggu, 7 April 2024, Romli mengaku berasal dari Provinsi Lampung. Dia hengkang dari kampung asalnya, untuk mengadu nasib di tempat usahanya saat ini, dan menerapkan keahliannya di bidang menjahit pakaian.

Baca Juga: Hadapi Mudik Lebaran, Ini Tujuh Ruas Tol Baru di Sumatra dan Jawa yang Difungsikan

Mengajak istri dan dua anaknya yang masih kanak-kanak waktu itu, menuju bedak kontrakan pada tahun 2009. Sebuah mesin jahit butut, dengan penggerak pancal kaki, dibawa serta sebagai sarana membuka usaha jasa penjahitan.

"Saya mulai membuka usaha ini sejak tahun 2009. Berarti sudah 15 tahun lalu. Modal saya cuma sebuah mesin jahit jelek. Pengoperasiannya gak pakai listrik. Melainkan pancal kaki," ujar Romli mengenang masa-masa lalunya.

Dikisahkannya, hal yang paling menyenangkan baginya ialah ketika mulai memasuki bulan Ramadan. Sebab, bisa diandalkan bila tibanya bulan suci itu akan mulai berjubelan pengguna jasa jahit mendatanginya.

Diakuinya, pelanggan yang datang terbanyak adalah ingin meminta tolong memermak baju maupun celananya. Bukan membikin baju atau celana baru.

Halaman:

Editor: Erlan Kallo


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah