Miliki Kreativitas dan Inovatif, KLHK Sebut Gen-Z dan Milenial Penentu Pengelolaan Hutan Lestari Masa Depan

- 15 April 2024, 09:07 WIB
 Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto (kanan) berbagi ilmu dan pengalaman tentang pengelolaan hutan dan perubahan iklim saat kunjungan silaturahmi Board International Forestry Student (IFSA) Faiha Azka Azzahira (kiri) dan duta UNICEF di COP28 Dubai Alya Sabira (kedua dari kiri).
Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto (kanan) berbagi ilmu dan pengalaman tentang pengelolaan hutan dan perubahan iklim saat kunjungan silaturahmi Board International Forestry Student (IFSA) Faiha Azka Azzahira (kiri) dan duta UNICEF di COP28 Dubai Alya Sabira (kedua dari kiri). /

SEPUTAR CIBUBUR - Generasi muda yang masuk dalam kelompok Gen-Z dan Milenial dinilai memiliki kreativitas dan penuh dengan gagasan inovatif serta mengoptimalkan perkembangan teknologi sehingga bisa menjadi bekal untuk mendukung pengelolaan hutan lestari di masa depan.

Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Justianto menyatakan pengelolaan hutan di masa depan tidak lagi hanya mengandalkan pada pemanfaatan kayu tetapi Multi Usaha Kehutanan. "Generasi muda kelompok Gen-Z dan Milenial yang kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi diharapkan bisa menjadi pilar implementasi Multi Usaha Kehutanan," kata Agus di Jakarta, Sabtu 13 April 2024.

Agus sebelumnya menerima kunjungan silaturahmi generasi muda yang hadir di COP 28 Dubai diwakili Board International Forestry Students Association (IFSA) Faiha Azka Azzahira dan aktivis muda gender dan perubahan iklim Alya Sabira dari UPNVJ sekaligus duta UNICEF di COP 28 Dubai.

Baca Juga: Helmy Yahya: Ini Empat Nasehat Kejam dari Tiongkok untuk Sukses

Agus menjelaskan, usaha pemanfaatan hutan dalam Multi Usaha Kehutanan membuka optimalisasi pemanfaatan berbagai komoditas hasil hutan non kayu. Komoditas berharga mahal seperti vanili, kopi, fitomarmaka, dan lain-lain bisa dikembangkan di hutan dengan pola agroforestry.

Selain itu, Multi Usaha Kehutanan juga membuka peluang pemanfaatan ekowisata dan jasa lingkungan. Agus mengatakan banyak potensi ekowisata yang berkembang berkat kreativitas, inovasi dan pemanfaatan teknologi seperti media sosial sebagai sarana promosi.

Agus menekankan pentingnya pengelolaan hutan lestari sebagai penyangga kehidupan manusia. Selain memiliki fungsi ekonomis, hutan juga memiliki fungsi ekologis, hidrologis dan klimatologis. Hal ini menjadikan peran hutan dalam persoalan pengendalian perubahan iklim semakin penting. "Generasi muda kelompok Gen-Z dan Milenial diharapkan bisa ikut menyuarakan pentingnya peran hutan Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim global," kata Agus.

Gen-Z merupakan generasi kelahiran antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an. Sementara Milenial merupakan generasi kelahir an antara awal 1980-an hingga pertengahan 1990-an.

Sementara itu Faiha Azka Azzahira mengaku senang bisa melakukan kunjungan silaturahmi dengan Plt Dirjen PHL KLHK. Menurut Faiha, dirinya senang karena mendapat kesempatan berdiskusi, mendapat ilmu, dan mendengar pengalaman langsung dari Agus Justianto.

Halaman:

Editor: sugiharto basith budiman


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah