Simak DBS CIO Insights 1Q23

- 7 Januari 2023, 08:42 WIB
Bank DBS Indonesia
Bank DBS Indonesia /

SEPUTAR CIBUBUR -  Ekuitas dan obligasi terkoreksi secara sangat tajam secara bersamaan pada 2022. Namu, dengan imbal hasil obligasi melonjak di atas 5% dan valuasi ekuitas kembali ke tingkat rata-rata, pergantian tahun kali ini menyajikan titik awal bagus bagi investor untuk kembali ke portofolio tradisional “60/40” (yang terdiri atas 60% ekuitas dan 40% obligasi).

Saat memasuki 2023, pasar tenaga kerja kuat dan ketiadaan ketidakseimbangan sistemik di Amerika Serikat menandakan bahwa resesi, jika terjadi, akan ringan. Sementara itu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) dan pernyataan Bank Sentral AS menunjukkan pelonggaran pengetatan kebijakan, dengan pembalikan nilai imbal hasil untuk jangka waktu enam bulan hingga satu tahun.

Dengan dihadapkan pada dua tantangan, yaitu peningkatan risiko resesi dan inflasi bertahan tinggi, DBS Group Research mendukung obligasi ketimbang ekuitas, mengingat kinerja obligasi secara historis lebih baik dalam keadaan inflasi tinggi/pertumbuhan rendah, dan kesenjangan lebar antara hasil obligasi-ekuitas pada saat ini.

Baca Juga: Bank DBS Indonesia Raih Penghargaan Lewat Inovasi Digital

Dalam portofolio 60/40, DBS Group Research melihat kredit margin diskon dengan peringkat investasi (DM IG) menghasilkan pendapatan aman dan likuid, dan menaikkan peringkat obligasi korporasi margin diskon dengan peringkat investasi menjadi overweight (kinerja akan membaik) mengingat imbal hasil besar dan risiko dari kredit yang dikelola dengan baik.

Di ruang ekuitas, dampak dari perkiraan pendapatan melemah karena risiko resesi kemungkinan diimbangi sebagian oleh ekspansi valuasi di tengah penurunan imbal hasil. DBS Group Research mempertahankan pendiriannya untuk memilih Amerika Serikat ketimbang Eropa terkait ekuitas margin diskon, sembari mencari peluang dari pembukaan kembali Tiongkok.

“Kami terus mencari investasi alternatif seperti emas dan aset pribadi sebagai diversifikasi risiko portofolio dalam lingkungan investasi yang bergejolak,” sebut Hou Wey Fook, CIO DBS Bank dalam keterangan tulisnya. 

Hou Wey Fook CIO DBS Bank
Hou Wey Fook CIO DBS Bank
Berikut adalah ringkasan dari pesan penting investasi untuk triwulan ini: 

Ekuitas Margin Diskon: AS lebih disukai ketimbang Eropa 

Pasar AS ditandai dengan optimisme penuh kehati-hatian karena investor menunggu transmisi pengetatan moneter Bank Sentral AS melalui perekonomian negara itu. Penyimpangan berarti diperkirakan terjadi pada tingkat sektoral – DBS Group Research menurunkan peringkat Sektor Barang dan Jasa Mewah serta Material karena konsumsi domestik dan momentum ekonomi diperkirakan melemah. DBS Group Research akan tetap memiliki pandangan konstruktif terhadap Layanan Teknologi dan Komunikasi mengingat, (1) momentum pendapatan tangguh dan marjin operasi kuat, (2) pasar telah memperhitungkan kondisi keuangan mengetat.

Halaman:

Editor: Ruth Tobing

Sumber: Siaran Pers


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah