Tim Koalisi Perubahan untuk Persatuan Godok Cawapres Pendamping Anies Baswedan, Ini Daftar Tokoh Masuk Radar

- 27 Maret 2023, 09:54 WIB
Sudirman Said Perwakilan tim dari Anies Baswedan di Koalisi Perubahan untuk Persatuan
Sudirman Said Perwakilan tim dari Anies Baswedan di Koalisi Perubahan untuk Persatuan /Instagram/@sudirmansa1d/

SEPUTAR CIBUBUR - Sebagai calon presiden yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan hingga kini masih jomlo atau belum memilih siapa yang akan mendampinginya menjadi calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 nanti.

Aroma tarik menarik antar partai dalam koalisi tersebut untuk menawarkan kadernya sebagai "pengantian" Anies Baswedan sangat terasa.

Setidaknya ada sejumlah nama yang digadang-gadang oleh tim Koalisi Perubahan untuk Persatuan untuk dampingi Anies Baswedan sebagai Cawapres. Koalisi ini baru mendeklarasikan diri pada Jumat, 24 Maret 2023, yang terdiri dari Partai NasDem, Demokrat, dan PKS.

Baca Juga: Tiga Partai Deklarasikan Anies Capres, Lalu Siapa Ketua Kelasnya

Dalam deklarasi itu, mereka secara mantab mengumumkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai calon presidennya, dengan ditandai penandatanganan piagam deklarasi oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu tertanggal 14 Februari 2023.

Ada 5 kriteria yang disyaratkan bagi tokoh yang ingin menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Anies.

Kelima kriteria cawapres Anies, adalah:  1. Pihak tersebut memiliki elektabilitas cukup tinggi dan memiliki kerentanan politik rendah. 2. Figur itu diharapkan bisa membantu dalam menjalankan pemerintahan yang efektif. 3. Figur itu bisa menjaga keseimbangan koalisi. 4. Tokoh ini bisa memiliki visi yang sama dengan capres, yakni Anies. 5. Mampu bekerja sebagai tim Dwi tunggal. 

Baca Juga: Pertarungan di Medsos: Ganjar Kantongi Sentimen Positif Tertinggi Disusul Khofifah. RK, dan Anies

Perwakilan tim dari Anies Baswedan, Sudirman Said menyebut bahwa tokoh Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pertimbangan untuk dipilih sebagai cawapres Anies di Pilpres 2024.

Adapun alasannya, kata Sudirman,  karena NU adalah organisasi masyarakat terbesar di Indonesia, jadi sangat layak apabila masyarakat mempertimbangkan NU sebagai suatu opsi. Meski begitu, pilihan tokoh NU tidak mengenyampingkan lima kritera.

“Tapi nanti akhirnya mengerucut pada 5 kriteria itu. Mana yang paling pas,” kata Sudirman, di Sekretariat Perubahan, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Maret 2023.

Baca Juga: Cuitan 'Babu' dan 'Bacot' Oknum Pegawai Bea Cukai Melukai Hati Netizen dan Menjadi Viral

Sudirman menjelaskan pihaknya juga mempertimbangkan faktor kerentanan politik dari masing-masing orang.

Sudirman mengatakan, dalam proses penjaringan cawapres Anies, pihaknya belum menemukan hambatan. Sebab Tim Kecil yang ditugaskan untuk mencari kandidat cawapres yelah memiliki timeline yang jelas.

Saat ditanya apakah tokoh NU dan 5 kriteria itu mengarah kepada Gubernur Jawa Timu Khofifah Indar Parawansa?

Sudirman Said menyebut terkait nama pendamping Anies Baswedan terus digodog bersama tim, termasuk nama AHY yang diusulkan Demokrat.

Baca Juga: Oh Begini Ternyata Modus Korupsi Oknum Bea Cukai Untuk Mengeruk Keuntungan

"Pak AHY diusulkan oleh Demokrat kemudian PKS mengusulkan Pak Aher. Nanti dari luar kita lihat-lihat juga siapa yang layak dan nama-nama itu direview. Kita juga berkomunikasi dengan nama-nama itu," tuturnya.

Selain AHY, Aher, dan Khofifah ada banyak nama yang masuk ke dalam bakal calon wakil presiden yang mendampingi Anies.

"Seperti yang disebutkan oleh lembaga survei, media juga menyebut Pak Erick Thohir, Ridwan Kamil, Andika Perkasa, itu semua masuk dalam radar kita," ungkapnya. ***

 

Editor: Erlan Kallo


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x