Resesi Mengancam di 2023, Ini Prediksi DBS soal Tren Konsumsi

- 23 Desember 2022, 22:39 WIB
DBS Group Research. Foto ilustrasi: Bank DBS Indonesia
DBS Group Research. Foto ilustrasi: Bank DBS Indonesia /

SEPUTAR CIBUBUR  - Tahun 2023 diprediksi akan datang dengan beberapa tantangan termasuk resesi. Hal ini akan memengaruhi potensi ekonomi global termasuk Indonesia. 

Oleh karena itu, DBS Group Research mengamati perubahan perilaku belanja konsumen melalui riset bertajuk ‘Indonesia Consumption Basket’ kepada lebih dari 700 responden Indonesia dari berbagai kelas pemasukan pada November 2022. Riset ini menitikberatkan tentang bagaimana inflasi dan ancaman resesi akan mengubah pola pengeluaran dan konsumsi mereka. Simak tujuh hasil riset tersebut di bawah ini!

Pertama, Inflasi menjadi kekhawatiran terbesar saat ini dan konsumen menyadarinya 

Berdasarkan atas hasil survei, sebagian besar masyarakat memandang pandemi hampir sepenuhnya berlalu dan inflasi menjadi tantangan selanjutnya dengan 98% responden yang merasakan tren kenaikan harga. 55% masyarakat memandang inflasi tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan konflik geopolitik Ukraina dan Rusia.

Baca Juga: Katanya Resesi Ekonomi Global, Kok Pembelian Rumah Subsidi Kaum Milineal di Bekasi Meningkat 300 Persen 

Sementara itu, masyarakat mengemukakan beberapa alasan lain yang menyebabkan inflasi, yakni disrupsi rantai pasokan akibat Covid-19 (19% responden) dan kenaikan suku bunga The Fed (16% responden). 

Kedua, Kenaikan harga terlihat jelas pada kategori BBM dan bahan makanan

Pada bulan November 2022, tingkat inflasi mencapai 5,42% secara tahunan. Pada kenyataannya, DBS Group Research menemukan bahwa 54% responden merasa pengeluaran mereka melebihi statistik inflasi Indonesia, meningkat di atas 10% bahkan lebih. Konsumen memilih BBM dan bahan makanan sebagai dua hal dengan peningkatan paling signifikan terutama karena perannya sebagai kebutuhan sehari-hari.

Ketiga, Prediksi inflasi yang berkepanjangan dan indikasi perubahan pola konsumsi yang cepat

Konsumen memperkirakan kenaikan tingkat inflasi akan terjadi dalam kurun waktu yang lebih panjang. Dengan persentase yang tinggi, yakni 89% responden melihat tren ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan dan lebih jauh. Ini berarti konsumen mengantisipasi situasi inflasi yang tinggi akan bertahan hingga paruh pertama 2023 atau bahkan hingga tahun 2024. 

Halaman:

Editor: Ruth Tobing

Sumber: Siaran Pers


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah