Penerimaan Rp2 Miliar, Dana Kampanye Rp180 Ribu, Kaesang : Maaf Salah Input

- 13 Januari 2024, 06:47 WIB
Kaesang Pangarep.
Kaesang Pangarep. /Tangkapan layar/

 Baca Juga: Mau Berwisata Sendiri? Biar Aman dan Nyaman di Jalan Kenali Tips-nya

"Itu harus dicek kenapa yang bersangkutan demikian," kata Bagja di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu 10 Januari 2024.

Bagja menjelaskan, partai politik kerap menyerahkan laporan seadanya dan melakukan perbaikan belakangan.

Kondisi tersebut kerap menjadi persoalan proforma di kalangan parpol.

 Baca Juga: Renungan Malam Kristiani: Rahasia Tidur Nyenyak

"Kadang-kadang orang untuk mematuhi proforma itu dimasukkan dulu, perbaikannya belakangan. Itu juga jadi persoalan," ujarnya.

Dia mengingatkan bahwa LADK parpol, baik penerimaan maupun pengeluaran, harus terus diperbarui. Terlebih, nantinya akan ada Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).

"Harus di-update terus, kan ada LPPDK nanti. Di situ akan dilihat update-nya," ucap Bagja.

 Menurutnya, tidak logis jika pengeluaran dana kampanye partai politik masih di angka Rp180.000, sedangkan kampanye terus dilakukan di berbagai daerah yang memerlukan banyak biaya.

"Kan enggak rasional kalau masih tetap Rp180.000. Loh ini ke mana? Mereka kampanye di mana-mana, kok enggak ada laporannya? Itu kan tidak logis dan tidak rasional," katanya.***

Halaman:

Editor: Ruth Tobing


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah